KABUPATEN TANGERANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Cempaka, Desa Sidoko, Kecamatan Gunung Kaler, kembali menunjukkan eksistensinya sebagai motor penggerak ekonomi desa. Kali ini, fokus pengembangan diarahkan pada penguatan sektor Pertanian dan Perikanan guna mendukung program nasional Swasembada dan Ketahanan Pangan.
Berbagai kegiatan telah berjalan, mulai dari penanaman jagung dan bawang hingga budidaya perikanan air tawar. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan lokal, tetapi juga dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.

Strategi Optimalkan Potensi Desa
Kepala Desa Sidoko, H. Subarta Aji Wijaya, menegaskan bahwa kebangkitan BUMDesa Cempaka merupakan langkah strategis dalam mengelola potensi desa secara optimal. Menurutnya, BUMDesa harus mampu menjadi pilar utama perekonomian masyarakat.
“Melalui sektor pertanian dan perikanan, kami ingin memastikan Desa Sidoko berkontribusi langsung pada ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Subarta kepada awak media, Rabu (31/12/2025).
Apresiasi dan Dukungan Kecamatan
Langkah progresif Pemerintah Desa Sidoko ini mendapat apresiasi penuh dari Camat Gunung Kaler, Udin, S.Ag, S.IP, M.Si. Ia menilai BUMDesa memiliki posisi vital dalam pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kami sangat mendukung upaya BUMDesa Cempaka. Ini adalah contoh nyata bagaimana desa bisa mandiri dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah. Harapan kami, pengelolaannya dilakukan secara profesional dan berkelanjutan,” ungkap Camat Udin.
Udin menambahkan, sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan. Ia berharap BUMDesa Cempaka dapat terus tumbuh menjadi wadah pemberdayaan yang membawa manfaat nyata bagi ekonomi kerakyatan.
Dengan program yang terus dikembangkan, BUMDesa Cempaka Desa Sidoko diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Gunung Kaler dalam mewujudkan desa mandiri yang berdaya saing.
(Sym/Red)
