KOTA SERANG – Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar PW PGM Indonesia Banten berlangsung meriah dan sarat pesan kritis. Kegiatan yang diawali Jalan Santai Kebangsaan dan berbagai lomba ini melahirkan Komitmen Guru Madrasah Berkualitas dan Berdaya sebagai ikrar bersama guru madrasah se-Banten.
Ketua PW PGM Indonesia Banten, Dr. H. Masyhudi, menegaskan bahwa guru madrasah harus bangkit, berdaya, dan berani menyuarakan ketidakadilan kebijakan, termasuk diskriminasi anggaran dan minimnya sarpras. Ia meminta pemerintah daerah menghentikan perdebatan soal payung hukum dan menunjukkan komitmen nyata terhadap madrasah.
Dalam pembacaan tuntutan, PGM Banten menyampaikan lima poin utama: pemerataan pendidikan dan insentif guru, kesetaraan sarpras, realisasi pendidikan gratis tingkat SMA/SMK/MA, penerbitan Perda kesetaraan madrasah, serta dukungan pengangkatan guru madrasah swasta menjadi ASN PPPK.
Perwakilan Kemenag Banten, Drs. H. Mutadi, mengapresiasi semangat guru madrasah dan menegaskan kesiapan berkolaborasi. Sementara Ketum PP PGM Indonesia, H. Yaya Ropandi, menilai momen HGN sebagai ajang konsolidasi nasional untuk melawan ketimpangan kebijakan.
Wakil Ketua DPRD Banten, H. Imron Rosyadi, juga berkomitmen memperjuangkan afirmasi anggaran pendidikan madrasah dalam pembahasan APBD serta membuka ruang dialog rutin dengan PGM.
Acara ditutup dengan pemberian penghargaan guru inspiratif dan penyerahan medali bagi atlet guru madrasah. Para atlet berprestasi tersebut akan mewakili Banten pada Pekan Olahraga Nasional Guru Madrasah 2026 di Cirebon.
HGN 2025 di Banten menjadi momentum konsolidasi perjuangan guru madrasah untuk menuntut keadilan dan memperkuat eksistensi pendidikan Islam di daerah.
(Ramin/Sym)
