• Sel. Agu 25th, 2026
  • CLOSE AD
    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
    Spread the love

    Tangerang — Semangat generasi muda menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun masa depan bangsa. Di tengah berbagai tantangan sosial dan perubahan zaman, kaum muda dituntut tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu mengambil peran nyata di tengah masyarakat, Selasa 25 Agustus 2026

     

    Hal tersebut menjadi perhatian Roby Zuliandana Aghafi, tokoh muda yang dikenal memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial di masyarakat. Di usianya yang menginjak 31 tahun, Roby terus mendorong anak-anak muda agar lebih aktif, kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya.

     

    Roby merupakan sosok pemuda yang memiliki beragam aktivitas dan ketertarikan. Selain aktif dalam kegiatan sosial, dirinya juga memiliki hobi bermusik atau nge-band serta gaming. Baginya, kreativitas dan hobi dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter generasi muda.

     

    Pemuda Harus Peka Terhadap Kondisi Masyarakat

     

    Menurut Roby, menjadi pemuda bukan hanya tentang usia, tetapi juga mengenai bagaimana seseorang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

     

    Ia mengajak kaum muda untuk lebih arif dan bijaksana dalam melihat berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, kontrol sosial dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat harus menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.

     

    Berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan masyarakat, seperti majelis, pondok pesantren, serta kegiatan pendidikan keislaman, juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

     

    Salah satu kebutuhan yang sederhana tetapi memiliki manfaat besar adalah ketersediaan Al-Qur’an, kitab, serta berbagai bahan bacaan keislaman yang dapat digunakan oleh masyarakat, santri, dan para jamaah.

     

    “Kita sebagai pemuda harus lebih arif dan bijaksana melihat sisi masyarakat. Kita harus peka terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk kegiatan majelis dan pondok pesantren yang membutuhkan Al-Qur’an, kitab, serta bacaan tentang keislaman,” ujar Roby.

     

    Jangan Pesimis Menatap Masa Depan

     

    Roby menyayangkan masih adanya sebagian anak muda yang merasa pesimis terhadap masa depan bangsa. Menurutnya, rasa pesimis justru dapat menjadi penghambat bagi generasi muda untuk berkembang dan mengambil peluang.

     

    Ia menilai, persoalan yang dihadapi anak muda tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan menunggu tersedianya lapangan pekerjaan.

     

    Menurutnya, kaum muda harus terlebih dahulu melihat kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Dengan keterampilan, kreativitas, dan kemauan untuk belajar, anak muda justru dapat menciptakan peluang baru.

     

    “Bukan berarti lapangan pekerjaan tidak ada. Kita harus kembali bertanya kepada diri sendiri, kita punya keahlian apa untuk bekerja? Kembali kepada diri kita sebagai pemuda. Kita harus aktif dan kreatif, bahkan kalau kita memiliki kemampuan dan kemauan, kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.

     

    Momentum Kemerdekaan untuk Mengubah Pola Pikir

     

    Memasuki nuansa peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, Roby mengajak seluruh kaum muda untuk menjadikan momentum tersebut bukan sekadar seremoni tahunan.

     

    Menurutnya, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk terus bergerak maju, memperbaiki diri, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

     

    Ia berharap semangat kemerdekaan dapat menjadi energi positif bagi generasi muda untuk meninggalkan pola pikir pesimis dan menggantinya dengan optimisme, keberanian, serta semangat untuk berkarya.

     

    “Di nuansa kemerdekaan ini saya mengajak kaum muda agar memaknai hari kemerdekaan sebagai semangat untuk mengubah pola pikir, meningkatkan kreativitas, dan menambah kepedulian terhadap sesama serta lingkungan sosial,” tutur Roby.

     

    Generasi Muda Adalah Harapan Bangsa

     

    Roby meyakini bahwa cita-cita menuju Indonesia Emas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

     

    Kaum muda memiliki energi, kreativitas, keberanian, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Jika potensi tersebut diarahkan kepada kegiatan yang positif, bukan tidak mungkin generasi muda akan menjadi kekuatan besar dalam membangun bangsa.

     

    Karena itu, Roby mengajak anak-anak muda untuk tidak takut bermimpi. Menurutnya, setiap perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

     

    Mulai dari peduli terhadap lingkungan sekitar, membantu masyarakat yang membutuhkan, aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, mengembangkan keterampilan, hingga berani menciptakan peluang usaha.

     

    “Saya yakin target Indonesia Emas itu akan terwujud. Karena harapan bangsa ini ada di kita, kaum muda. Mari kita buktikan bahwa pemuda bukan hanya generasi penerus, tetapi juga generasi yang mampu menjadi penggerak perubahan,” pungkasnya.

     

    Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi ajakan bagi generasi muda lainnya untuk terus bergerak, berkarya, dan memberikan manfaat. Sebab, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar pembangunan yang dilakukan hari ini, tetapi juga oleh seberapa besar kepedulian dan kontribusi generasi mudanya.


    Spread the love

    By CNB

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *