KABUPATEN TANGERANG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Tangerang mengecam keras kegiatan liburan pegawai Puskesmas Kronjo ke Bali yang diduga menggunakan anggaran daerah dalam jumlah besar. Rabu, (29/10/2025)
Kegiatan bertajuk “capacity building” itu dinilai tidak tepat waktu, mengingat Puskesmas Kronjo tengah menjadi sorotan publik akibat dugaan lambannya pelayanan terhadap pasien.
Puskesmas Kronjo Kembali Disorot di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah pegawai dan tenaga kesehatan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Bali. Namun publik menilai, alasan tersebut tidak sebanding dengan kondisi pelayanan kesehatan yang masih jauh dari harapan.
“Pelayanan masih amburadul, tapi malah liburan ke Bali atas nama pelatihan. Ini jelas menyinggung rasa keadilan masyarakat,” ujar salah satu warga Kronjo dengan nada geram.
Sebelumnya, Puskesmas Kronjo sudah menjadi perhatian publik setelah keluarga pasien mengeluhkan lambannya penanganan darurat. Kasus tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait profesionalisme dan keseriusan pihak puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Diduga Bertolak Belakang dengan Instruksi Efisiensi Presiden Prabowo
Perjalanan ke Bali tersebut kini memperpanjang daftar persoalan. Banyak pihak menduga kegiatan itu hanya bersifat seremonial dan tidak memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan.
Padahal, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran di semua sektor, termasuk kesehatan daerah. Langkah Puskesmas Kronjo dinilai bertolak belakang dengan semangat efisiensi yang digaungkan pemerintah pusat.
“Kalau mau tingkatkan kapasitas, lakukan di tempat kerja. Perbaiki sistem dan disiplin, bukan jalan-jalan di tengah sorotan publik,” tegas salah satu aktivis kesehatan di wilayah Kronjo.
Desakan Audit dan Klarifikasi dari Pemerintah Daerah
Masyarakat mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kegiatan tersebut. Audit diperlukan untuk memastikan transparansi penggunaan anggaran, efektivitas kegiatan, dan manfaat riil bagi peningkatan pelayanan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Kronjo belum memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi, menjelaskan bahwa perjalanan ke Bali sebagian dibiayai dari hasil tabungan pegawai selama setahun.
“Anggaran hanya digunakan untuk konsumsi dan akomodasi hotel. Itu inisiatif pegawai untuk peningkatan kapasitas,” ujarnya. Namun, ia belum merinci jumlah peserta maupun total biaya yang dikeluarkan.
HMI Kabupaten Tangerang: Jangan Bodohi Publik dengan Dalih Peningkatan Kapasitas
Bendahara Umum HMI Cabang Kabupaten Tangerang, Rohmi Sabda Azis, menyesalkan tindakan tersebut.
“Kalau mau perbaiki pelayanan, gak perlu jauh-jauh ke Bali. Silakan pelatihan, tapi jangan pakai duit rakyat. Ini masa sulit, masyarakat butuh pelayanan cepat, bukan pejabat yang jalan-jalan pakai dalih peningkatan kapasitas. Jangan bodohi publik dengan kegiatan yang cuma ganti baju tapi tak ubah perilaku,” ujarnya tegas.
Publik Harap Puskesmas Kronjo Berbenah
Sorotan masyarakat kini semakin tajam. Publik berharap Puskesmas Kronjo segera berbenah dengan memperbaiki sistem, mempercepat pelayanan, dan mengembalikan kepercayaan warga.
Perbaikan kualitas pelayanan diyakini lebih penting dibanding kegiatan seremonial di luar daerah. Masyarakat menuntut pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan berempati terhadap kebutuhan publik.